Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada hari Jumat hampir memastikan langkah kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuannya minggu ini. Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa CPI umum (headline CPI) naik 0,4 persen secara bulanan (MoM) pada bulan Agustus, meningkat dari 0,1 persen pada bulan Juli, sementara CPI inti naik 0,3 persen pada periode yang sama naik dari 0,2 persen dan mencatatkan laju tercepat dalam empat bulan terakhir.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 89 persen untuk kenaikan suku bunga, naik dari sekitar 59,4 persen pada pekan sebelumnya.
Dari sentimen dalam negeri, pemerintah membutuhkan sosok yang mampu mengembalikan kepastian dan kredibilitas dalam pengelolaan fiskal serta memanfaatkan anggaran negara guna mendorong pertumbuhan. Sosok yang cocok untuk mengganti posisi Purbaya Yudi Sadewa adalah Suhasil Nazara, sehingga beliau di lantik menjadi Menteri Keuangan yang baru.
Penunjukannya akan memperkuat kepercayaan terhadap disiplin fiskal dan kerangka defisit di bawah 3 persen.
Akan tetapi, tantangan yang menunggu Suahasil sejatinya jauh lebih besar daripada sekadar menjaga angka defisit. Sebab, beliau harus mengelola APBN di tengah kebutuhan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, membiayai program prioritas, menghadapi tekanan harga energi global, sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap kesehatan fiskal Indonesia.
Pemerintah memiliki ambisi pertumbuhan cukup tinggi. Dalam RAPBN 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen, sementara belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun.
Pendapatan negara ditargetkan Rp3.426 triliun, sehingga pembiayaan mencapai Rp571,2 triliun dengan defisit 2,4 persen dari PDB. Angka-angka itu sebenarnya sudah menunjukkan dilema yang akan dihadapi Suahasil.
Di satu sisi, pemerintah ingin menggunakan APBN sebagai mesin pertumbuhan sehingga belanja harus cukup besar untuk mendorong konsumsi, investasi, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta berbagai program prioritas pemerintah.
Suhasil memang bukan wajah baru dikementrian keuangan, Beliau menjabat sebagai wakil menteri keuangan sejak 2019 dan sebelumnya bekerja dekat dengan Sri Mulyani Indrawati, menteri keuangan dengan tiga masa kepemimpinan presiden.
Sebagai teknokrat fiskal yang berpengalaman dari internal Kementerian Keuangan, pengangkatan Suahasil tidak terlalu banyak mengejutkan pasar. Suahasil sebagai pilihan yang menjamin kesinambungan dan kredibilitas.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.690-Rp17.750 per dolar AS.
(Taufik Fajar)