JAKARTA — Keamanan siber sangat perlu diperkuat secara menyeluruh, tidak hanya dengan meningkatkan kesadaran sumber daya manusia (SDM), tetapi melalui dukungan teknologi, infrastruktur dan proses kerja yang terintegrasi.
Direktur Digital Business PERURI Edwin Purwandesi menjelaskan, kesadaran pekerja mengenai keamanan siber perlu diikuti dengan penyediaan perangkat dan sistem yang dapat mendukung penerapan keamanan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Kalau kita berikan awareness tapi tidak kita sediakan tools dan platform, awareness-nya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan awareness, namun juga kita siapkan framework dan platform yang sesuai dan mendukung awareness tersebut,” ujar Edwin di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menurut Edwin, keamanan siber juga perlu diterapkan sejak tahap awal pengembangan sistem melalui pendekatan security by design. Dengan demikian, perlindungan sistem tidak sepenuhnya bergantung pada kepatuhan individu terhadap prosedur keamanan.
Ia menjelaskan pendekatan tersebut penting terutama ketika pekerja menghadapi kondisi mendesak yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan atau terlewatnya prosedur keamanan.
“Security by design menjadi penting karena kita tidak bisa selalu mengandalkan manusia untuk mengikuti seluruh prosedur dalam setiap kondisi,” katanya.
Dalam penerapannya, setiap pengembangan sistem perlu melalui sejumlah tahapan pengujian sebelum digunakan. Proses tersebut mencakup pengujian kualitas, fungsi, hingga keamanan sebelum sistem masuk ke tahap produksi.
Selain penguatan proses, pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat membantu mengantisipasi risiko keamanan siber. PERURI mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Large Risk Model (LRM) untuk membantu mendeteksi serta memprediksi potensi celah keamanan pada kode pemrograman.
Edwin mengatakan kombinasi antara kesiapan SDM, teknologi, dan proses yang terintegrasi diperlukan untuk menghadapi meningkatnya risiko keamanan seiring dengan percepatan transformasi digital.
“Awareness, teknologi, dan proses harus berjalan bersama. Ketiganya menjadi bagian penting agar keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi terintegrasi dalam setiap proses digital,” ujarnya.
(Feby Novalius)