Dian menuturkan komposisi pembiayaan ini memperlihatkan portofolio penyaluran pinjaman yang tetap proporsional.
"Meskipun BUMN/BUMD turut mendorong pertumbuhan, akselerasi kredit Himbara relatif tersebar dan hal ini menunjukkan bank tetap menjalankan fungsi intermediasi ke berbagai segmen, baik BUMN maupun swasta," ujar Dian.
Untuk menjaga kesehatan industri keuangan, pengawasan ketat terus diberlakukan terhadap batas ruang ekspansi kredit agar eksposur pinjaman ke entitas milik negara tidak melampaui batas toleransi risiko.
Dian menegaskan pentingnya kedisiplinan perbankan dalam mematuhi rambu-rambu regulasi saat memacu portofolio kredit BUMN.
"OJK senantiasa melakukan pengawasan terhadap eksposur dan konsentrasi penyaluran kredit bank serta memastikan penyaluran tetap dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) serta manajemen risiko yang memadai," urai Dian.
(Feby Novalius)