Rupiah ke Rp17.916 per Dolar, Wisata ke Indonesia Makin Kompetitif

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 24 September 2026 16:24 WIB
Pelemahan rupiah tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi industri pariwisata Indonesia karena membuat biaya perjalanan relatif lebih kompetitif. (Foto: Okezone.com/Kemenpar)
Share :

JAKARTA — Nilai tukar rupiah hari ini terpantau masih melemah 0,55 persen menjadi Rp17.916 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi industri pariwisata Indonesia karena membuat biaya perjalanan relatif lebih kompetitif bagi wisatawan mancanegara.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi B.S. Sukamdani mengatakan pelemahan rupiah dapat menjadi momentum bagi pariwisata Indonesia untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Namun, industri pariwisata masih menghadapi dampak gejolak geopolitik dan kondisi ekonomi global.

“Karena rupiah kita melemah, ini yang justru sekarang lagi kita dorong nih. Justru dengan rupiah melemah, itu adalah waktu yang baik untuk wisatawan tuh berlibur ke Indonesia karena jadi jatuhnya harganya kompetitif,” kata Hariyadi saat diwawancarai seusai konferensi pers JWITF di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu (23/9/2026).

Menurut Hariyadi, salah satu fenomena yang terlihat adalah meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia.

“Memang tantangannya cukup lumayan, terutama yang long-haul, yang kunjungan jarak jauh memang ada faktor dari tiket lumayan. Tetapi di regional itu justru menunjukkan fenomena menarik juga, terutama Malaysia. Malaysia tuh sekarang banyak banget yang datang ke Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,20 persen menjadi Rp17.860 per dolar AS.

Hariyadi mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu peluang yang terus didorong untuk mendukung industri pariwisata Indonesia di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya