Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Perluas Akses UMKM ke Pasar Digital

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 25 September 2026 11:15 WIB
Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Perluas Akses UMKM ke Pasar Digital (Foto: Mendag/Okezone)
Share :

JAKARTA - Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform e-commerce pertama yang berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam pengembangan program Pilihan Busan, yang ditujukan untuk memperluas akses pasar produk UMKM lokal. 

Kolaborasi tersebut ditandai dengan hadirnya etalase khusus Pilihan Busan di Tokopedia yang menampilkan lebih dari 110 produk UMKM dari Solo dan sekitarnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kerja sama dengan platform digital menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu produk-produk UMKM mendapatkan ruang yang lebih luas di pasar.

"Teman-teman, kita ingin produk-produk UMKM kita yang banyak sekali bagus mendapatkan pasar, tempat, dan etalase. Dengan e-commerce, kita lebih mudah mencari produk itu. Apa namanya? Discovery commerce,” katanya seperti dikutip, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Budi menilai akses pasar masih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku UMKM. Produk yang baik, menurut dia, tetap membutuhkan kanal yang mampu mempertemukannya dengan konsumen.

Kemendag terus mendorong berbagai program yang dapat memperkuat posisi produk lokal, termasuk melalui Pengamanan Pasar Dalam Negeri.

“Kita ingin produk-produk kita semakin bisa menguasai pasar dalam negeri. Pasar yang besar itu kita ingin diisi oleh produk-produk lokal, yang kebanyakan dari UMKM,” ujar Budi.

Platform Pertama yang Berkolaborasi

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, kolaborasi dengan Pilihan Busan menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar UMKM melalui ekosistem digital. Dia menyebut Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform e-commerce pertama yang berkolaborasi dalam program tersebut.

Menurut Stephanie, perkembangan e-commerce saat ini juga mulai bergeser dari pola perdagangan konvensional menuju discovery commerce. Dalam pola konvensional, produk biasanya hanya di-listing dan menunggu pembeli. Sementara dalam discovery commerce, konten dapat membantu produk menemukan calon konsumennya.

“Kalau di conventional commerce, biasanya produk itu di-listing dan menunggu pembeli. Jadi pembeli harus mencari produk. Tetapi di era discovery commerce, produk yang bisa mencari pembelinya melalui konten,” ujarnya.

Stephanie mengatakan, perubahan tersebut membuka peluang baru bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami percaya bahwa ini dapat mengakselerasi pertumbuhan dan juga memperluas akses pasar untuk banyak pelaku UMKM di Solo dan juga di sekitarnya,” katanya.

 

Lebih dari 110 Produk Masuk Kurasi

Dalam tahap awal kolaborasi, lebih dari 110 produk telah masuk dalam kurasi Pilihan Busan. Produk-produk yang masuk dalam program tersebut juga tidak hanya diarahkan untuk pasar domestik. Budi mengatakan sebagian produk Pilihan Busan telah memiliki pengalaman ekspor. Pada Trade Expo Indonesia tahun sebelumnya, hampir 10 UMKM dari program tersebut disebut berhasil mendapatkan buyer.

Selain itu, produk-produk Pilihan Busan juga akan mendapatkan ruang khusus dalam Trade Expo Indonesia yang digelar setiap Oktober. Program tersebut juga terhubung dengan inisiatif UMKM Bisa Ekspor, yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar ke luar negeri.

Budi juga menekankan bahwa pertumbuhan perdagangan digital tidak dapat hanya mengandalkan salah satu pihak. Menurut dia, ada tiga unsur utama dalam ekosistem e-commerce, yakni seller atau produsen, platform, dan konsumen. Ketiganya, menurut Budi, memiliki hubungan yang saling bergantung. 

“Seller butuh platform, platform juga butuh seller, dan butuh juga konsumen,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Tokopedia dan TikTok Shop menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah dan platform digital dapat bekerja bersama untuk memperluas akses pasar produk lokal.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya