Prabowo Perkuat Industri Tekstil RI, Topang Ekspor hingga Lapangan Kerja

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 26 September 2026 13:04 WIB
Prabowo Perkuat Industri Tekstil RI, Topang Ekspor hingga Lapangan Kerja (Foto: Setpres)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sebagai salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan ekspor

Perhatian Prabowo terhadap revitalisasi industri tekstil nasional ini dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat sektor manufaktur, meningkatkan daya saing industri, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat kapasitas produksi nasional.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sarlina Sari mengatakan, perhatian pemerintah terhadap industri tekstil perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi industri nasional.

"Industri tekstil memiliki posisi penting dalam perjalanan industrialisasi Indonesia. Selain berkontribusi terhadap kegiatan produksi dan ekspor, sektor ini memiliki keterkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, industri pendukung, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah," ujar Sarlina dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Namun, dalam perkembangannya, industri tekstil nasional menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan global, perubahan rantai pasok, tekanan biaya produksi, perubahan permintaan pasar, hingga kebutuhan modernisasi mesin dan teknologi.

Dalam situasi tersebut, perhatian Prabowo terhadap revitalisasi industri tekstil dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat mendorong transformasi sektor manufaktur nasional.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mendukung investasi dan penguatan industri strategis nasional.

Dia menilai investasi terhadap industri tekstil tidak cukup hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Menurutnya, investasi perlu menghasilkan peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, inovasi teknologi, serta kemampuan industri dalam menembus pasar global.

Dia mengapresiasi perhatian Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani terhadap agenda investasi dan penguatan sektor industri nasional.

"Danantara memiliki posisi strategis dalam mendorong investasi jangka panjang yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Dukungan terhadap industri tekstil akan semakin berarti apabila diarahkan pada modernisasi teknologi, penguatan rantai pasok, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan pasar ekspor," katanya.

Sarlina menegaskan, investasi pada industri tekstil harus menghasilkan nilai tambah yang nyata. Ukurannya, kata dia, bukan hanya besarnya dana yang masuk, tetapi juga peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas, ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan keberlanjutan industri.

Secara historis, industri tekstil pernah menjadi salah satu sektor penting dalam perkembangan manufaktur Indonesia. Karena itu, revitalisasi industri tekstil saat ini dapat menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan sektor tersebut dengan pendekatan yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan industri tekstil saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan jangka pendek. Diperlukan transformasi menyeluruh yang mencakup teknologi, sumber daya manusia, tata kelola, pembiayaan, rantai pasok, inovasi, serta akses pasar.

"Industri tekstil Indonesia perlu bergerak menuju industri yang lebih produktif, berbasis teknologi, inovatif, efisien, dan memiliki daya saing global," jelasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya