Perluasan QRIS Antarnegara ini menjadi penting seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan BI, jumlah kunjungan wisman meningkat dari 11,68 juta pada 2023 menjadi 13,9 juta pada 2024, kemudian mencapai 15,39 juta pada 2025.
Namun, peningkatan jumlah kunjungan tersebut belum diikuti kenaikan rata-rata pengeluaran wisatawan. Tourist spending tercatat sekitar USD1.374 per orang pada 2023, naik menjadi US$1.392 pada 2024, tetapi kemudian turun menjadi USD1.267 pada 2025.
BI melihat perluasan pembayaran digital lintas negara sebagai salah satu peluang untuk mendorong aktivitas ekonomi wisatawan selama berada di Indonesia. Hingga Agustus 2026, transaksi inbound QRIS Antarnegara telah mencapai sekitar Rp4,6 triliun.
Saat ini, cakupan QRIS Antarnegara disebut baru menjangkau sekitar 39,77 persen wisman, sementara sekitar 60,23 persen lainnya masih berasal dari negara yang belum terhubung.
Dengan bertambahnya negara mitra, termasuk Timor Leste dan Hong Kong, BI berharap konektivitas pembayaran antarnegara semakin luas sehingga dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus mendukung peningkatan transaksi ekonomi dan penerimaan devisa pariwisata.
(Dani Jumadil Akhir)