Cara RI Persiapkan Generasi Muda di Industri Migas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 28 September 2026 20:08 WIB
Cara RI Persiapkan Generasi Muda di Industri Migas (Foto: Freepik)
Share :

Peluang dan Tantangan Industri Migas

Presiden Direktur Mubadala Energy Abdulla Bu Ali turut menyambut para peserta. Dia berbagi pandangan mengenai kepemimpinan, proses pembelajaran, serta pentingnya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Para siswa kemudian diajak melihat perjalanan industri hulu migas melalui sesi bersama tim eksplorasi. Mereka mendapatkan gambaran bagaimana sumber daya minyak dan gas yang berada di bawah permukaan bumi ditemukan, dikembangkan, hingga akhirnya menjadi energi yang digunakan masyarakat.

Tim proyek juga memperkenalkan Pengembangan Lapangan Gas Tangkulo, sekaligus menunjukkan kompleksitas dalam membangun dan mengelola proyek energi berskala besar. Dari sini, para siswa mendapatkan satu pemahaman baru: industri energi bukan hanya milik ahli geologi atau insinyur.

Di balik satu proyek energi terdapat beragam disiplin ilmu dan profesi. Mulai dari geosains, teknik, teknologi, infrastruktur, komunikasi, keuangan, keberlanjutan hingga berbagai fungsi pendukung lainnya.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang menarik. Para peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan mengenai industri energi dan perjalanan karier di dalamnya. Tiga siswa yang mewakili Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen turut menyampaikan kesan mereka setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Antusiasme dan pertanyaan kritis yang muncul menjadi gambaran bahwa potensi generasi muda Aceh sangat besar ketika mereka mendapatkan akses langsung terhadap pengetahuan, pengalaman, dan lingkungan profesional.

Bagi Mubadala Energy, pendidikan tidak berhenti pada aktivitas berbagi pengetahuan. Pendidikan dipandang sebagai investasi untuk membuka akses terhadap peluang, membangun kepercayaan diri, sekaligus memberi ruang kepada generasi muda untuk menemukan dan mengembangkan potensinya.

“Setiap perjalanan besar bermula dari sebuah impian. Dengan menghubungkan kaum muda pada pengalaman, pengetahuan, dan sosok panutan baru, Mubadala Energy berharap dapat menginspirasi mereka untuk mengejar cita-cita dan menjadi pemimpin masa depan yang membawa dampak nyata serta berkelanjutan bagi komunitas mereka,” demikian pesan yang disampaikan dalam program tersebut.

Sekadar informasi, pada 2026, sebanyak 15 siswa asal Aceh  mengikuti AFS GFLN tersebut. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti enam siswa.

Pertambahan peserta menunjukkan semakin terbukanya akses pengembangan kapasitas dan kepemimpinan bagi anak-anak muda di wilayah Aceh.

Kolaborasi antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) juga menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan tersebut. Pengalaman para peserta kemudian diperluas melalui kegiatan Quality Time di kantor Mubadala Energy pada 16 September 2026.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya