Peran tersebut mencakup sejumlah aktivitas, mulai dari pilotage, bantuan tugboat, mooring and unmooring, hingga koordinasi dengan fasilitas pelabuhan. Seluruh aktivitas tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas maritim berjalan secara aman, efisien, dan konsisten.
Mendukung Perjalanan Biodiesel Indonesia
PTK telah berkontribusi dalam aspek maritim sejak implementasi awal program B2.5 pada 2008. Peran tersebut kemudian berkembang pada 2019 melalui pengelolaan FAME Floating Storage dan Ship-to-Ship (STS) Operation di Balikpapan, seiring meningkatnya kebutuhan distribusi biodiesel dan persiapan menuju B30.
Pada periode 2019 hingga 2026 year-to-date, operasi tersebut mencatat sekitar 1.192 kunjungan kapal pemasok dan 3.829 kunjungan kapal pengangkut.
Dalam skema tersebut, PTK mengelola Floating Storage dan operasi STS yang didukung koordinasi maritim, bantuan tugboat, penempatan kapal, mooring, transfer kargo, pemantauan, serta aspek HSSE.
Albertus mengatakan keberhasilan distribusi biodiesel tidak dapat bergantung pada satu pihak. Menurut dia, diperlukan kolaborasi antara produsen, operator maritim, perusahaan downstream, terminal, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.