Yoga menjelaskan sekitar 95% fluida yang diproduksikan dari reservoir panas bumi berupa air. Fluida tersebut mengandung sejumlah mineral terlarut, seperti natrium, kalium, magnesium, klorida, sulfat, dan bikarbonat, serta unsur seperti litium dan boron dalam konsentrasi yang lebih rendah.
Menurut Yoga, fluida panas bumi dapat dikelola melalui proses pengolahan atau treatment dan reinjeksi sehingga tidak memengaruhi kualitas air permukaan maupun air dekat permukaan. Secara hidrologis, reservoir panas bumi dan akuifer air tanah juga merupakan sistem yang berbeda.
Meski demikian, Yoga menekankan pengembangan PLTP tetap perlu dilakukan secara bertahap dan berdasarkan kajian. Hal tersebut penting agar aspek pengelolaan lingkungan serta kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian dari perencanaan proyek.
"Pengembangannya tetap perlu dilakukan bertahap dan berbasis kajian agar pengelolaan lingkungan dan kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian dari perencanaan proyek," pungkasnya.
(Feby Novalius)