Digitalisasi tersebut juga mencakup proses pencatatan dan pemantauan bunker remain on board (ROB), sehingga data penggunaan bahan bakar dapat terdokumentasi secara lebih terintegrasi.
Yudi mengatakan penguatan sistem pemantauan diperlukan untuk mendukung pengelolaan bahan bakar kapal yang lebih terukur dan terdokumentasi.
“Dengan data yang lebih terintegrasi, proses pemantauan konsumsi dan kegiatan bunker dapat dilakukan secara lebih akurat, sekaligus memudahkan evaluasi terhadap operasional kapal,” katanya.
(Feby Novalius)