JAKARTA - Pengawasan konsumsi dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) kapal diperkuat dengan sistem digital. PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) meningkatkan akurasi pencatatan penggunaan bunker dan memudahkan pemantauan operasional melalui penerapan sistem digital pada kegiatan bunker kapal.
Direktur Operasi PTK Yudi Wibisono mengatakan digitalisasi diperlukan untuk meningkatkan akurasi data konsumsi bunker sekaligus mempermudah pemantauan penggunaan BBM kapal.
“Implementasi ini dapat memberikan informasi konsumsi bunker yang lebih akurat dan mempermudah monitoring data bunker, sehingga operasional bunker dapat berjalan lebih tepat dan efisien,” ujar Yudi, Kamis (1/10/2026).
Salah satu sistem yang digunakan mencatat remain on board (ROB) atau sisa bahan bakar di kapal serta vessel daily report (VDR) secara harian. Sistem tersebut juga mencatat konsumsi bahan bakar pada main engine (ME) dan auxiliary engine (AE) berdasarkan pergerakan serta aktivitas operasional kapal.
Selain pencatatan konsumsi, sistem digital tersebut digunakan untuk memantau kegiatan bunker handling yang sebelumnya dilakukan secara manual. Pemantauan mencakup data bunker, posisi kapal dalam proses delivery dan redelivery, serta kegiatan pengawasan melalui bunker pit.