IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 6.013

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 09:21 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada awal perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2026). (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
Share :

Di sisi lain, sentimen pergantian pejabat tersebut berbarengan dengan tekanan arus keluar modal asing serta lonjakan harga komoditas energi global.

"IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil karena pasar membutuhkan waktu untuk mencerna dampak reshuffle kabinet yang cukup besar. Pelemahan indeks tidak bisa semata-mata dibaca sebagai respons negatif terhadap menteri baru, melainkan kombinasi ketidakpastian arah kebijakan, depresiasi rupiah, arus modal asing yang keluar, serta lonjakan harga minyak dunia yang mendekati level US$100 per barel," kata Hendra, Jumat (2/10/2026).

Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, IHSG terpangkas 1,02 persen ke posisi 6.009,50 setelah sempat terperosok ke kisaran 5.900 sebelum akhirnya kembali tertahan di atas batas psikologis 6.000.

Pelemahan indeks diiringi koreksi nilai tukar rupiah sebesar 0,40 persen ke level Rp17.966 per dolar AS serta aksi jual bersih (net sell) pemodal asing senilai Rp240 miliar yang mempertebal akumulasi net sell nonresiden di pasar reguler sepanjang tahun berjalan menjadi sekitar Rp107,4 triliun.

Di mata pelaku pasar modal, pergantian komposisi pembantu presiden bukan sekadar pergantian figur pengisi pos kementerian teknis. Fokus utama para pengelola dana kini tertuju pada jaminan kepastian regulasi sektoral dan koordinasi antarotoritas pengambil kebijakan fiskal maupun moneter.

"Pasar melakukan penilaian bukan hanya berdasarkan siapa yang masuk dan keluar, tetapi terutama terhadap kepastian kebijakan fiskal, investasi, hilirisasi, daya beli, BUMN, hingga koordinasi pemerintah dengan Bank Indonesia. Dalam jangka sangat pendek, perubahan besar ini memang meningkatkan ketidakpastian, sehingga pasar menunggu seberapa cepat pemerintah memberikan sinyal kebijakan yang jelas dan terkoordinasi," tutur Hendra.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya