Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga rasio defisit APBN dan postur pembiayaan berada dalam koridor yang aman serta berkelanjutan.
Pengelolaan utang secara aktif (active debt management) bakal terus dioptimalkan guna menyeimbangkan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif bagi investor dengan efisiensi beban biaya utang negara.
"Bagaimana kita tetap menarik, yield kita tetap menarik dan cost-nya tidak terlalu besar dalam pembiayaan melalui utang," jelas Juda.
Selain mengandalkan penerbitan SBN, Kemenkeu juga akan memaksimalkan pengelolaan saldo kas negara sebagai benteng penyangga (buffer) fiskal guna memitigasi ketidakpastian kondisi ekonomi mendatang.
(Feby Novalius)