JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencatat investor asing masih menunjukkan minat yang relatif tinggi terhadap Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini tecermin dari pembelian bersih (net buy) investor nonresiden yang mencapai Rp28,79 triliun pada kuartal III 2026.
"Pasar SBN cukup resilien di tengah volatilitas pasar keuangan global pada triwulan III 2026. Kepercayaan investor global terhadap SBN domestik masih relatif tinggi, tecermin dari pembelian bersih investor nonresiden sebesar Rp28,79 triliun," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Sejalan dengan aksi beli tersebut, porsi kepemilikan SBN oleh investor nonresiden meningkat 3,28 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2025.
Ketahanan pasar SBN domestik juga tecermin dari selisih imbal hasil (yield spread) antara SBN seri acuan (benchmark) tenor 10 tahun dan surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasury/UST) dengan tenor yang sama.
Pada kuartal III 2026, selisih imbal hasil kedua instrumen tersebut tercatat sebesar 183 basis poin (bps), sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai 184 bps.