Meski sempat dilepas dari posisi Dirjen Anggaran oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026, pengalaman Luky di bidang perpajakan, kebijakan fiskal, pembiayaan, hingga anggaran menjadikannya salah satu pejabat yang berpengalaman dalam pengelolaan keuangan negara.
Selain mengemban amanah baru sebagai Wakil Menteri Keuangan periode 2026–2029, Luky saat ini juga tercatat menjalankan tugas sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Luky Alfirman, mantan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, mencatatkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp52.827.928.569 tanpa catatan utang.
Porsi terbesar kekayaannya berupa kas dan setara kas senilai Rp23.099.474.305 atau 43,7% dari total harta. Posisi berikutnya adalah surat berharga senilai Rp15.034.806.720 atau 28,5%, serta aset tanah dan bangunan sebesar Rp13.000.000.000 atau 24,6%.
Aset properti Luky terdiri atas tiga bidang tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di Jakarta Selatan, masing-masing senilai Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar, serta di Kota Bandung senilai Rp3 miliar.
Untuk alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil dengan nilai total Rp550.000.000, yakni Toyota Avanza (2023), Honda Accord (2013), Honda City (2014), dan Honda Jazz (2012). Selain itu, ia mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp205.000.000 dan harta lainnya senilai Rp938.647.544.
(Feby Novalius)