Karena itu, pengambilan keputusan dalam pemasaran digital perlu didasarkan pada data operasional toko. Beberapa indikator yang dapat menjadi perhatian antara lain tingkat konversi, nilai rata-rata transaksi, biaya untuk mendapatkan pelanggan, serta tingkat pengembalian atas belanja iklan atau return on ad spend (ROAS).
Pendekatan berbasis data juga penting untuk menentukan apakah penambahan anggaran iklan benar-benar menghasilkan penjualan tambahan atau justru meningkatkan biaya tanpa memberikan keuntungan yang sebanding.
Menjelang periode puncak belanja pada kuartal IV-2026, pelaku usaha juga perlu menyesuaikan strategi berdasarkan karakteristik produknya. Produk dengan siklus pembelian cepat, misalnya, membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan produk bernilai tinggi yang memerlukan pertimbangan konsumen lebih panjang.
Selain iklan, peningkatan nilai keranjang belanja (basket size) dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai transaksi. Pelaku usaha dapat mengevaluasi kombinasi produk, penawaran tambahan, serta pengalaman berbelanja agar konsumen tidak hanya melakukan satu pembelian dengan nilai rendah.
Dengan demikian, momentum peningkatan belanja pada akhir tahun tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar jumlah transaksi, tetapi juga untuk memperkuat efisiensi bisnis. Strategi yang menggabungkan ketepatan target konsumen, optimalisasi konversi, dan pengelolaan anggaran berdasarkan data menjadi semakin penting bagi pelaku e-commerce memasuki kuartal IV-2026.
(Feby Novalius)