Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Suahasil: APBN Jaga Daya Beli Masyarakat

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2026 |07:57 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Suahasil: APBN Jaga Daya Beli Masyarakat
Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Suahasil: APBN Jaga Daya Beli Masyarakat (Foto; Kemenkeu)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47 persen pada kuartal III-2026. Laju ekspansi ekonomi nasional ini ditopang oleh terjaganya permintaan domestik, penguatan investasi, kinerja ekspor yang stabil, serta efektivitas belanja pemerintah melalui peranan APBN sebagai peredam guncangan (shock absorber).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, APBN terus difungsikan secara optimal untuk mengawal stabilitas daya beli masyarakat sekaligus memacu roda dunia usaha di tengah dinamika eksternal global.

"APBN berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat, mendukung aktivitas dunia usaha, dan meredam dampak tekanan eksternal. Pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan," ujar Suahasil Nazara dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh resilien sebesar 5,04 persen yoy berkat keterjagaan daya beli, mobilitas yang kian aktif, dan kuatnya permintaan domestik. Hal ini tecermin dari pengeluaran sektor restoran dan hotel yang tumbuh 6,59 persen yoy, serta transportasi dan komunikasi yang tumbuh 5,83 persen yoy.

Dorongan stimulus fiskal, perlindungan sosial, dan penanganan inflasi pangan yang terkendali menjadikan konsumsi rumah tangga tetap menjadi pilar utama pertumbuhan.

Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak 8,95 persen yoy yang dipacu oleh kenaikan belanja barang sebesar 39,7 persen dan belanja pegawai sebesar 10,3 persen guna memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi penciptaan lapangan kerja dan produksi nasional.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mencatatkan pertumbuhan kuat sebesar 6,06 persen yoy seiring tingginya keyakinan pelaku usaha dan respons atas kebijakan pemerintah.

Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal III 2026 melesat 27,4 persen yoy. Berdasarkan komponennya, investasi bangunan tumbuh 6,39 persen yoy disokong percepatan proyek infrastruktur prioritas seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan perumahan. Adapun investasi kendaraan melaju 12,96 persen yoy.

Di sektor perdagangan internasional, ekspor barang dan jasa riil tumbuh 4,59 persen yoy yang ditopang komoditas CPO, batu bara, serta hilirisasi nikel, tembaga, dan aluminium, di samping ekspor jasa yang tumbuh 1,39 persen yoy berkat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 3,89 persen.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement