Meski demikian, pencapaian target hingga akhir tahun tetap bergantung pada kondisi pasar keuangan dan pertimbangan pelaku usaha dalam menentukan waktu penerbitan.
"Secara kumulatif nilai Penawaran Umum telah mencapai Rp186,03 triliun, dan kami terus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi serta pelindungan investor," kata Friderica.
Realisasi penghimpunan dana sebesar Rp186,03 triliun secara tahun berjalan atau year-to-date (ytd) berasal dari tujuh Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), 18 Penawaran Umum Terbatas (PUT/rights issue), 11 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 123 Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS.
OJK menilai pencapaian target penghimpunan dana hingga akhir 2026 akan dipengaruhi oleh dinamika pasar sekunder, minat investor, serta pertimbangan emiten terkait momentum penerbitan dan biaya pendanaan.
Kinerja bursa saham sepanjang September 2026 cukup menantang akibat eskalasi tensi geopolitik di kawasan dan berlanjutnya tren kenaikan suku bunga acuan global. Kondisi tersebut menekan pergerakan indeks acuan dan mendorong investor asing melepas kepemilikan aset.