Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, harga BBM nonsubsidi, termasuk jenis Pertamax seharusnya mengikuti harga pasar pada Oktober 2026. Hal ini sesusai dengan tren harga minyak mentah global dan perkembangan Indonesian Crude Price (ICP).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan, tinjauan harga bulanan BBM nonsubsidi semestinya telah dirampungkan serta dilaporkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Meski demikian, Yuliot memastikan pihaknya bakal meninjau ulang proses penetapan harga jual BBM nonsubsidi seperti Pertamax untuk periode bulan berjalan ini.
“Nah untuk Pertamax, ini kan menyesuaikan dengan keekonomian. Jadi seharusnya itu dari Dirjen Migas sudah menyampaikan evaluasi, saya cek lagi ya,” kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2026).
Pernyataan tersebut merespons langkah Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Patra Niaga yang memutuskan tidak melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Oktober 202
Dikutip dari laman resmi Pertamina, harga BBM nonsubsidi tak mengalami perubahan sejak 2 September 2026
- Biosolar subsidi Rp6.800 per liter
- Pertalite Rp10.000 per liter
- Pertamax Rp15.950 per liter
- Pertamax Green Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo Rp19.600 per liter
- Dexlite Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex Rp25.200 per liter
(Dani Jumadil Akhir)