Komoditas rumput laut menjadi salah satu contoh nyata peluang tersebut. Menteri Trenggono menyoroti peluncuran Indonesia Seaweed Development Action Plan 2026–2030 oleh KKP bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Perindustrian sebagai peta jalan untuk mentransformasi sektor rumput laut Indonesia menjadi industri yang bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, dan siap investasi.
"Keberhasilan industri rumput laut tidak lagi diukur dari seberapa banyak kita memanen, tetapi dari seberapa besar nilai tambah yang mampu kita ciptakan melalui teknologi, pengolahan, inovasi, dan manufaktur," kata Trenggono.
Sementara, dari sudut pandang sektor keuangan, Managing Director Head of Coverage, Standard Chartered Indonesia Amit Verma menegaskan besarnya potensi ekonomi biru Indonesia untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dunia.
"Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjadi pemimpin global dalam ekonomi biru. Untuk mewujudkan potensi tersebut diperlukan inovasi pembiayaan, kemitraan yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, serta investasi pada rantai nilai yang berkelanjutan. Melalui jaringan global dan keahlian kami di bidang pembiayaan berkelanjutan, kami berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang dapat memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta berkontribusi pada kesehatan ekosistem laut dalam jangka panjang," ujar Amit.
Menanggapi kebutuhan pembiayaan tersebut, Senior Vice President dan Executive Chair Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany menggarisbawahi pentingnya keterukuran dampak ekologis dalam skema pendanaan.
"Ekonomi biru Indonesia hanya akan tumbuh jika konservasi dan pembiayaan berjalan seiring. Instrumen keuangan berkelanjutan yang diusung Konservasi Indonesia (KI) menunjukkan bahwa pembiayaan bisa menghasilkan capaian lingkungan yang terukur sekaligus manfaat ekonomi. Sektor seperti akuakultur, termasuk rumput laut, membutuhkan pembiayaan seperti itu agar dapat tumbuh dalam skala besar secara berkelanjutan," tegas Meizani.
(Dani Jumadil Akhir)