JAKARTA — Pemerintah terus mengurai berbagai hambatan di sektor swasta guna memperkuat pilar pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Langkah tersebut ditempuh melalui optimalisasi instrumen kebijakan serta perbaikan iklim investasi dan operasional dunia usaha.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) telah memetakan sejumlah isu utama yang menjadi penghambat ruang gerak dunia usaha, mulai dari rumitnya perizinan hingga ketidaksinkronan regulasi lintas instansi.
“Swasta ini banyak terhalang oleh berbagai bottleneck atau hambatan. Hambatan-hambatan itu sudah kita identifikasi. Saya sekarang membantu Pak Menko Airlangga supaya hambatan bagi swasta, baik untuk investasi maupun operasional, bisa kita kurangi. Hambatannya bisa berupa perizinan, ketidaksinkronan kebijakan, dan sebagainya. Ini yang kita identifikasi. Kemudian, sektor-sektornya juga sudah kita identifikasi,” kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo kepada awak media, dikutip Kamis (8/10/2026).
Selain membenahi sektor swasta, pemerintah turut memetakan sektor potensial sebagai penopang pertumbuhan baru, seperti industri pengolahan dan pariwisata.
Penataan sektor-sektor tersebut didukung melalui penyediaan stimulus, standardisasi, serta penguatan basis data statistik nasional.