Agunan Saham JARR dan PGUN, Nilai Agunan hingga Risiko Kredit Jadi Sorotan

Feby Novalius, Jurnalis
Kamis 15 Oktober 2026 19:16 WIB
Penggunaan saham sebagai jaminan kredit merupakan praktik yang lazim di dunia perbankan. (foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Data keuangan JARR menunjukkan bahwa hingga akhir Juni 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,76 triliun dan laba bersih Rp158,93 miliar. Perseroan juga mencatatkan total aset Rp4,09 triliun dengan ekuitas sebesar Rp2,02 triliun.

Meskipun penjualan mengalami penyesuaian dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, JARR tetap mencatatkan laba operasional sebesar Rp234,4 miliar dan EBITDA Rp325,3 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa perseroan masih membukukan laba operasional dan EBITDA positif.

JARR juga mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp456,9 miliar. Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) sekitar 0,86 kali menunjukkan perbandingan antara utang dan ekuitas perseroan.

Adapun PGUN membukukan pendapatan sebesar Rp304,97 miliar dan laba bersih Rp44,51 miliar hingga semester I 2026. Meskipun labanya terkoreksi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih mencatatkan keuntungan.

PGUN juga memiliki total aset sebesar Rp2,42 triliun, liabilitas Rp502,55 miliar, dan ekuitas Rp1,92 triliun. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa ekuitas perseroan jauh lebih besar daripada total liabilitasnya.

Data keuangan kedua perusahaan tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menilai kualitas saham yang dijadikan agunan. Namun, kondisi keuangan emiten dan nilai pasarnya tetap perlu dianalisis bersama dengan ketentuan kredit, nilai pembiayaan, serta risiko perubahan harga saham.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya