Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Pekan Ini Siap Rebound ke Level 6.227-6.231, Cermati Saham Berikut

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |07:44 WIB
IHSG Pekan Ini Siap Rebound ke Level 6.227-6.231, Cermati Saham Berikut
IHSG Pekan Ini Siap Rebound ke Level 6.227-6.231, Cermati Saham Berikut (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak konsolidatif pada rentang 6.000-6.215 untuk sepekan ke depan, yakni periode 12-16 Oktober 2026. Peluang penguatan terbuka seiring terbentuknya skenario bullish untuk melanjutkan fase rebound.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari menjelaskan bahwa arah pergerakan indeks akan sangat bergantung pada kemampuan IHSG dalam mempertahankan momentum teknikalnya.

"Dalam skenario bullish, IHSG berpeluang melanjutkan rebound menuju area penutupan gap di 6.227-6.231. Namun, apabila gagal mempertahankan momentum dan menembus ke bawah 5.973, risiko koreksi lanjutan menuju 5.850-5.911 perlu diwaspadai," kata Brigita dalam risetnya, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Untuk pergerakan jangka pendek, area 6.008-6.025 menjadi zona koreksi yang perlu dicermati, dengan level support terdekat berada di posisi 6.018.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000-6.215 pada pekan depan. Penembusan resistance rentang tersebut berpotensi membuka ruang penguatan menuju 6.297, sedangkan pelemahan di bawah support 5.973 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan," ungkap Brigita.

Secara teknikal, IHSG sebelumnya mencatatkan penguatan 1,04 persen ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026) dan ditutup di atas garis MA3.

Indeks juga berhasil bertahan di atas level psikologis 6.000. Dalam skala mingguan, indeks menguat 0,94 persen disokong volume pembelian, meski pemulihan tren jangka menengah belum terkonfirmasi karena belum menembus MA20.

Indikator momentum memperlihatkan histogram negatif MACD yang terus menyempit, mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Namun, potensi death cross pada Stochastic RSI di area pivot menunjukkan penguatan jangka pendek masih berisiko tertahan.

Selama pekan perdagangan 5–9 Oktober 2026, IHSG menguat 0,94 persen atau 56,87 poin dari posisi 6.036,89 pada pekan sebelumnya, bergerak pada rentang 5.995–6.216. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,69 persen menjadi Rp10.701 triliun dari Rp10.627 triliun.

Meskipun demikian, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sekitar Rp2,44 triliun. Saham yang paling banyak dibeli investor asing meliputi ULTJ senilai Rp111,5 miliar, MEDC Rp48,5 miliar, dan EMAS Rp42,1 miliar.

Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas asing adalah GOTO sebesar Rp663,2 miliar, BBCA Rp293,5 miliar, dan BMRI Rp235,6 miliar.

Rata-rata volume transaksi harian turun 7,62 persen menjadi 46,53 miliar saham dan frekuensi transaksi melemah 0,27 persen menjadi 1,67 juta kali.

Sebaliknya, rata-rata nilai transaksi harian melesat 28,52 persen menjadi Rp16,23 triliun. Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), IHSG ditutup menguat 1,04 persen setelah sempat menyentuh level terendah 5.995,82 pada sesi perdagangan.

Brigita menegaskan terdapat kombinasi sentimen global dan domestik yang memengaruhi dinamika pasar saham.

"Pergerakan pasar global sepanjang pekan 5–9 Oktober 2026 diwarnai volatilitas saham teknologi, tingginya imbal hasil obligasi AS, dan risiko geopolitik," kata dia.

Wall Street sempat bergerak bervariasi akibat tekanan pada saham teknologi terkait proyeksi pendapatan OpenAI serta kenaikan yield US Treasury. Yield US Treasury 10Y bertahan di level tinggi, meski terkoreksi usai lelang obligasi AS mendapat respons permintaan yang kuat.

"Sentimen membaik pada Jumat (9/10), ketika Dow Jones naik 0,83 persen, S&P 500 menguat 0,59 persen, dan Nasdaq naik 0,64 persen, didukung pemulihan saham teknologi dan meredanya tekanan pasar obligasi,” ujar Brigita.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement