Target Tapak PLTN Pertama pada 2027, 28 Lokasi Masih Dikaji

Feby Novalius, Jurnalis
Kamis 15 Oktober 2026 16:03 WIB
Pemerintah menargetkan penetapan tapak pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Indonesia paling lambat pada 2027. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Anggota Dewan Energi Nasional Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan kebutuhan listrik Indonesia masih berpotensi meningkat. Menurut dia, konsumsi listrik per kapita Indonesia baru mencapai sekitar 1.500 kilowatt-jam (kWh), atau seperempat dari standar negara maju.

Ia juga menyoroti keterbatasan jaringan transmisi yang menghubungkan sistem kelistrikan antarpulau. Karena itu, pembangunan pembangkit baru perlu disertai pengembangan jaringan transmisi agar pasokan listrik dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan sampai hanya memperhatikan growth, tapi banyak orang tambah miskin,” ujarnya.

Berbagai aspirasi tersebut mengemuka dalam diskusi publik Economic Frontline mengenai PLTN di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Forum itu mempertemukan perwakilan masyarakat dari Madura, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara dengan peneliti serta pemangku kepentingan di sektor energi.

Pembahasan tersebut menyoroti sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam rencana pembangunan PLTN, mulai dari penentuan tapak, keselamatan, dan pelibatan masyarakat hingga pemerataan akses listrik. Sementara itu, penetapan tapak pertama yang ditargetkan paling lambat pada 2027 menjadi salah satu tahapan penting dalam rencana pengembangan energi nuklir di Indonesia.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya