Otoritas bursa meluruskan anggapan pasar bahwa wacana penempatan ke kategori terpisah tersebut merupakan penurunan kasta di bawah klasifikasi frontier. Rentang masa konsultasi publik yang masih berjalan panjang hingga pertengahan tahun depan diposisikan sebagai momentum penting untuk menyempurnakan aspek pengawasan bursa.
"Standalone market itu bukan klasifikasi terendah di bawah advanced, emerging, atau frontier, melainkan klasifikasi terpisah bagi pasar yang butuh perhatian khusus. Karena konsultasi berlangsung hingga April 2027 dan keputusannya pada Juni 2027, kami akan berupaya semaksimal mungkin melengkapi hal-hal yang dinilai masih kurang oleh investor global," kata Iding.
Kendati MSCI menyoroti tata kelola dan keterjangkauan investasi (investability), kondisi pasar modal tanah air dinilai tetap berdaya tahan. Hal ini tecermin dari volume likuiditas transaksi dan jumlah investor yang konsisten mencatatkan pertumbuhan positif, beriringan dengan stabilitas kinerja keuangan emiten tercatat secara menyeluruh.
Di tengah dinamika peninjauan indeks acuan tersebut, daya tahan perdagangan domestik sejatinya ditopang oleh kinerja operasional korporasi yang tetap solid. Pertumbuhan basis pemodal dan kelancaran transaksi harian mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas iklim investasi saham di tanah air.
"Secara fundamental pasar kita masih sangat bagus dengan likuiditas transaksi, jumlah investor, dan kinerja emiten yang terus bertumbuh. Kekhawatiran MSCI lebih tertuju pada aspek transparansi, integritas, dan investability, yang menyangkut kualitas tata kelola pasar modal kita," tegas Iding.
(Dani Jumadil Akhir)