Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Usulan MSCI

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |17:51 WIB
BEI Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Usulan MSCI
BEI soal MSCI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA  - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta investor tetap berorientasi jangka panjang dalam menyikapi dinamika pasar saham nasional, termasuk penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah klasifikasi pasar saham menjadi standalone market.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menekankan bahwa keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada fundamental perusahaan dan kondisi pasar, bukan semata-mata mengikuti pergerakan harga saham. Menurut dia, gejolak pasar perlu menjadi momentum bagi investor untuk mengevaluasi kualitas fundamental sebelum mengambil keputusan transaksi.

“Long term view dari investor harus lebih pada long term horizon, lihat fundamentalnya dari perusahaan. Bertindak secara rasional, jangan ikut-ikutan, jangan jual atau beli hanya karena pergerakan pasar,” ujar Iding dalam jumpa pers di gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Iding mengatakan, penurunan IHSG perlu dicermati lebih dalam dengan melihat kondisi fundamental pasar dan perusahaan tercatat. Dengan demikian, keputusan membeli atau menjual saham dapat didasarkan pada pertimbangan yang rasional, bukan sekadar respons terhadap fluktuasi indeks.

Di tengah dinamika tersebut, BEI juga menanggapi serius langkah MSCI yang membuka konsultasi mengenai usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia. MSCI mengumumkan proposal tersebut pada 15 Oktober 2026 dan membuka periode penyampaian masukan dari pelaku pasar hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Iding menyatakan BEI akan meminta waktu untuk berkomunikasi dengan MSCI untuk mengklarifikasi persoalan yang masih menjadi perhatian lembaga penyedia indeks global tersebut. Ia menilai komunikasi itu penting untuk memahami dasar penilaian MSCI sekaligus memastikan reformasi pasar modal Indonesia dapat menjawab kebutuhan investor internasional.

“Kami dari Bursa Efek Indonesia tentu menanggapi ini dengan sangat serius. Kami akan segera meminta waktu kepada MSCI untuk mengklarifikasi concern mereka yang masih ada,” kata Iding.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement