Bahlil Akui Stok BBM di RI Berkurang, Pertalite Tinggal 16-18 Hari

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 16 Oktober 2026 15:27 WIB
Bahlil Akui Stok BBM di RI Berkurang, Pertalite Tinggal 16-18 Hari (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui bahwa saat ini tengah terjadi penurunan stok cadangan BBM secara nasional. Jika periode normal cadang BBM berkisar di level 20 hari, maka saat ini kondisinya di level 16-18 hari.

Namun demikian, Bahlil menyebut level stok BBM nasional tersebut masih dalam kondisi aman meski terjadi fenomena kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah daerah akibat masalah pendistribusian yang terganggu karena ada faktor cuaca.

"Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina. Secara stok nasional kita, BBM itu di 16 sampai 18 hari. Jadi stok BBM nasional, insya Allah itu aman," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

Dia mengatakan penurunan level stok BBM itu terjadi khususnya untuk jenis BBM RON 90 atau pertalite. Hal tersebut dikarenakan terjadinya pergeseran pola konsumsi masyarakat dari yang sebelumnya menggunakan nonsubsidi, ke BBM subsidi karena kenaikan harga yang belakangan terjadi.

"Yang kurang dari 20 hari itu hanya RON90, tapi kalau solar, RON92, RON95, dan RON96 itu no issue," tambahnya.

Harga BBM subsidi dan nonsubsidi terjadi perbedaan yang signifikan. Saat ini harga pertalite Rp10.000 per liter, sementara pertamax atau RON 92 dibanderol Rp15.959 per liter, pertamax green RON 95 Rp19.150 per liter, dan pertamax turbo RON 98 dibanderol dengan harga Rp19.600 per liter.

Namun demikian, Bahlil menyebut standar nasional level cadangan BBM di Indonesia masih dalam kondisi aman. Dia proyeksikan level cadangan BBM nasional yang tadinya 16 hari bisa meningkat dalam kurun waktu seminggu mendatang.

"Tapi di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak," tambahnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya