Bangkit dari Wabah Pisang Kepok, TEP ITB Dampingi Warga UPT Keladen Buat Singkong Jadi Tepung Mocaf Bernilai Tinggi

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 18:27 WIB
TEP ITB Dampingi Warga UPT Keladen Buat Singkong Jadi Tepung Mocaf Bernilai Tinggi (Foto: Dokumentasi)
Share :

PASER - Petani di UPT Keladen, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, dulu mengandalkan pisang kepok sebagai sumber penghasilan. Namun sejak 2025, tanaman itu terserang jamur dan rusak. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Bandung (ITB) lalu mengajak warga beralih mengolah singkong yang melimpah di sana menjadi tepung mocaf, yaitu tepung singkong yang difermentasi.

Selama ini singkong dijual mentah dengan harga murah, yaitu sekitar dua ribu rupiah per kilogram. Mengolah singkong menjadi tepung mocaf menjadi solusi karena membuat nilai jual singkong naik, tepung lebih tahan lama disimpan, serta bisa dipakai sendiri oleh warga tanpa harus membeli terigu ke pasar. 

Partini, warga UPT Keladen, mengaku sebelumnya tidak tahu cara mengolah singkong menjadi produk bernilai lebih. 

"Waktu harga singkong mulai turun, singkong hanya dijual dalam bentuk mentah. Kita baru kenal mocaf sekarang, di saat harga singkong anjlok. Setelah diolah, semoga harganya bisa meningkat," ujarnya pada Jumat 25 September 2026.

TEP ITB mengajarkan cara membuat tepung mocaf lewat pelatihan bersama kader PKK dan warga setempat. Caranya sederhana: singkong dipotong, direndam tertutup selama dua hari dengan air ragi, dijemur sampai kering, lalu ditumbuk halus. Alatnya pun cuma peralatan dapur biasa, seperti pisau, ember, terpal, dan nyiru. 

Tepung yang dihasilkan terbukti berkualitas, halus, dan tidak berbau singkong, bahkan langsung dipraktikkan untuk membuat adonan gorengan bersama warga.

Indri Nurhidayah anggota TEP ITB mengungkapkan bahwa tepung mocaf pengolahannya cukup mudah  dan dapat dijadikan produk unggulan desa.

"Tepung mocaf tidak hanya mempunyai potensi ekonomi, tetapi juga mempunyai potensi sebagai alternatif tepung terigu yang sulit diperoleh warga UPT karena jarak tempuh ke pasar yang jauh. Selain itu, pengolahannya cukup mudah dan peserta pelatihan sangat antusias untuk mengembangkan tepung mocaf sebagai salah satu produk unggulan di desa mereka," ujarnya.

Hasil olahan tepung mocaf ini telah dipamerkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Keladen agar resmi diangkat menjadi produk unggulan UMKM desa. Program ini diharapkan terus berkembang dengan dukungan dari Disnakertrans Kabupaten Paser. 

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan, menjadikan masyarakat lokal sebagai subjek pembangunan.

"Ketika masyarakat mulai melihat perubahan nyata dan manfaatnya, maka penerimaan itu tumbuh dengan sendirinya. Semua dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan, sesuai perkembangan zaman," ungkapnya usai diskusi The Yudhoyono Institute bertema Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan, dan Ekonomi Global di Hotel Sahid, Minggu (13/4/2026).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya