JAKARTA - Panen kelapa yang melimpah di Pulau Bacan, Maluku Utara, selama ini umumnya hanya diolah menjadi santan dan minyak kelapa. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 UGM mengajarkan warga setempat mengolah kelapa menjadi kelapa parut kering yang dapat digunakan sebagai taburan roti dan kue, sehingga berpeluang dipasarkan lebih luas.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pentingnya peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
"Kita ingin lebih banyak produk diolah di Indonesia, lebih banyak nilai tambah tinggal di daerah, dan lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Pelatihan yang melibatkan sekitar 20 mama-mama di Desa Jojame ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada alternatif pengolahan kelapa agar hasil perkebunan setempat tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Mama Surti, salah satu warga Desa Jojame yang mengikuti pelatihan, menyambut positif kegiatan tersebut.
Dia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan bersama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi kelapa di desa mereka.