Belanja Negara Capai Rp4.000 Triliun di 2027, Suahasil Pastikan Anggaran Berdampak Ganda

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 26 Oktober 2026 20:20 WIB
Menkeu Suahasil (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa postur fiskal Indonesia pada 2027 akan memikul pagu belanja negara sebesar Rp4.000 triliun, sehingga pemerintah dituntut menghimpun penerimaan negara hingga Rp3.400 triliun. 

Target pengumpulan kas negara tersebut wajib diiringi alokasi belanja yang presisi agar mampu menciptakan efek rambatan atau multiplier effect maksimal terhadap perekonomian nasional.

Kata Suahasil, perancangan intervensi kebijakan fiskal tidak boleh sekadar menjadi daftar belanja tanpa kepastian modal penerimaan. Alokasi dana publik yang begitu masif menuntut akuntabilitas penarikan pendapatan sekaligus ketepatan sasaran pembiayaan.

"Tahun depan, 2027, kami di Kementerian Keuangan harus mengumpulkan Rp3.400 triliun untuk membiayai pengeluaran yang besarnya Rp4.000 triliun. Kita pastikan pengeluaran negara di titik-titik penting dan penerimaan terkumpul, karena tidak bisa hanya punya daftar keinginan tanpa ada penerimaan," ujar Suahasil dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Jakarta, Senin (26/10/2026).
 
Suahasil menjelaskan, belanja APBN yang berada di kisaran Rp4.000 triliun sejatinya hanya menyumbang sekitar 14 hingga 15 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang kini mencapai sekitar Rp25.000 triliun.

Porsi terbesar sebesar 85 persen justru digerakkan oleh aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi dunia usaha, hingga perputaran ekspor dan impor barang.

Mengingat porsi belanja negara yang terbatas terhadap agregat ekonomi, pemerintah memposisikan fiskal sebagai konduktor utama dalam menggerakkan sektor swasta dan masyarakat. Penyaluran anggaran dipacu untuk merangsang aktivitas produktif yang mampu melipatgandakan nilai tambah perekonomian.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya