Bahlil: Dulu Orang Cari Emas, Sekarang Minyak

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 29 Oktober 2026 07:00 WIB
Bahlil: Dulu Orang Cari Emas, Sekarang Minyak (Foto: Setpres)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, minyak mentah semakin diburu dibandingkan emas di tengah ketegangan geopolitik global yang terjadi saat ini.

Menurut Bahlil, konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina berdampak terhadap perekonomian global, termasuk rantai pasok energi. Kondisi tersebut mendorong negara-negara memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik.

"Harga minyak dunia sedang naik dan kebutuhan dunia juga sedang tinggi. Sekarang ini, diumpamakan antara emas dan minyak, dulu orang mencari emas, tapi sekarang orang mencari minyak," ujarnya dalam pembukaan Forek Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Bahlil menjelaskan, situasi tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi minyak guna mengurangi ketergantungan impor. Konsumsi minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi baru berkisar 600.000-650.000 barel per hari. Dengan demikian, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Melalui penerapan biodiesel B50, kebutuhan impor diperkirakan berkurang sekitar 250.000-300.000 barel per hari. Meski demikian, Indonesia masih perlu mengimpor sekitar 700.000-750.000 barel per hari.

Karena itu, Bahlil meminta kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas mempercepat pengembangan lapangan, terutama yang telah menyelesaikan eksplorasi dan memperoleh persetujuan plan of development (POD).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya