BEI juga berencana memperluas keanggotaan komite HSC dengan melibatkan anggota eksternal independen dari unsur pelaku industri, akademisi, dan perwakilan investor. Langkah ini bertujuan memperkuat objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam evaluasi konsentrasi kepemilikan saham.
Penguatan pengawasan tersebut merupakan bagian dari agenda reformasi struktural BEI untuk menjaga perdagangan saham yang teratur, wajar, dan efisien sekaligus meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global.
Selanjutnya, pada Rabu (28/10/2026), BEI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 secara luring. Rapat tersebut dihadiri 88 pemegang saham atau setara dengan 98,88% dari seluruh pemegang saham yang memiliki hak suara.
Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui secara bulat tiga agenda utama. Ketiga agenda tersebut meliputi perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka demutualisasi bursa efek, penggunaan saldo laba ditahan perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Perseroan Tahun Buku 2027.
Persetujuan agenda demutualisasi menjadi salah satu langkah penting dalam proses reformasi kelembagaan BEI. Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan struktur dan tata kelola bursa efek.