Dari sisi transparansi, BEI telah mengungkapkan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Selain itu, bursa juga telah menyampaikan informasi mengenai data investor yang lebih terperinci atau granular. Upaya tersebut akan terus dilanjutkan dengan meningkatkan kualitas keterbukaan informasi.
Sementara dari sisi likuiditas, BEI berupaya memperdalam pasar, baik dari sisi permintaan (demand) maupun penawaran (supply). Bursa juga mendorong pembentukan harga (price discovery) yang lebih baik serta peningkatan likuiditas melalui kebijakan yang tidak lagi menerapkan floor price di pasar.
Adapun dari sisi pengawasan, BEI akan meningkatkan efektivitas pemantauan perdagangan melalui penerapan real-time flagging. Sistem tersebut akan digunakan untuk mendeteksi indikasi pelanggaran dalam aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia secara langsung.
"Tentu kombinasi dari transparansi yang lebih tinggi, likuiditas yang lebih baik, dan pengawasan yang lebih efektif akan menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan pasar kita ke depan," ujar Jeffrey.
(Dani Jumadil Akhir)