Advertisement
Advertisement

BEI Luncurkan Akademi Go Public Perkuat Pendanaan UMKM

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 02 November 2026 |12:06 WIB
BEI Luncurkan Akademi Go Public Perkuat Pendanaan UMKM
BEI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi meluncurkan Go Public Academy for Small Medium Enterprises di Main Hall BEI, Senin (2/11/2026). Program pembinaan berjenjang ini dihadirkan untuk memperluas alternatif pendanaan bagi sektor UMKM sekaligus memperkuat tata kelola menuju perusahaan berkelanjutan.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi hambatan utama bagi UMKM dalam mengembangkan skala usahanya. Padahal, pasar modal Indonesia memiliki basis yang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dunia usaha.

"Pasar modal Indonesia saat ini memiliki 33,4 juta investor, 962 perusahaan tercatat, dan akan terus bertumbuh. Angka ini menunjukkan besarnya potensi pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha," ujar Jeffrey dalam sambutannya.

Jeffrey menambahkan bahwa BEI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk mengenal ekosistem bursa dan mempersiapkan diri sesuai dengan tahapan pertumbuhan bisnis masing-masing.

"Bursa Efek Indonesia bukan hanya sebagai tempat perusahaan mencatatkan sahamnya, kemudian diperdagangkan untuk mencari keuntungan jangka pendek, tetapi adalah sebagai mitra dalam perjalanan perusahaan untuk tumbuh dan terus berkembang," kata Jeffrey.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menggarisbawahi bahwa kunci mendorong UMKM naik kelas, dari mikro hingga menjadi usaha besar, tidak sekadar menambah jumlah kucuran pinjaman, melainkan membangun struktur pembiayaan yang tepat serta tata kelola (good corporate governance) yang transparan.

"Tantangannya bukan semata-mata memperoleh tambahan modal. Yang dibutuhkan juga adalah struktur pendanaan yang tepat, tata kelola yang semakin kuat, dan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh secara berkelanjutan," papar Loto.

Loto juga menyoroti target rasio pembiayaan bagi UMKM sebesar 25 persen yang sempat menyentuh posisi 20,9 persen namun belakangan mengalami penyesuaian akibat pertumbuhan kredit yang kurang seimbang dibanding segmen korporasi besar. Pasar modal diharapkan hadir menjadi pelengkap pembiayaan perbankan guna mengejar target tersebut.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement