Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 06 November 2026 16:46 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). (Foto: Okezone.com)
Share :

Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan lainnya.

Selain itu, arus keluar modal asing yang masih berlanjut turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan. Investor cenderung bersikap lebih hati-hati karena mengkhawatirkan pelemahan rupiah, risiko inflasi impor, dan ketahanan fiskal pemerintah.

Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat, kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut membuat rupiah tetap rentan terhadap tekanan.

Menurut Ibrahim, persoalan utama saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, melainkan juga mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesehatan APBN, stabilitas rupiah, dan kepercayaan investor. Dengan demikian, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang tinggi belum tentu secara langsung mendorong penguatan rupiah.

Investor juga mempertimbangkan kualitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan pemerintah membiayai belanja negara, risiko defisit anggaran, serta stabilitas kebijakan ekonomi.

Jika kekhawatiran terhadap kondisi fiskal terus meningkat dan arus modal asing masih mengalami tekanan keluar, rupiah berpotensi tetap melemah meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif kuat.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya