JAKARTA - PT BAT Indonesia Tbk (BATI) dan PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) digabung menjadi satu perusahaan, maka BATI akan memegang sebanyak-banyaknya tujuh persen modal saham ditempatkan dan disetorkan pada perusahaan hasil penggabungan, sementara RMBA sebanyak 93 persen.
"Dengan efektifnya penggabungan, maka BATI akan berakhir karena hukum tanpa dilikuidasi awal terlebih dahulu," tulis rancangan penggabungan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (20/10/2009).
Selanjutnya, rencana penggabungan tersebut akan berakibat pada penurunan kepemilikan saham (dilusi) yang dimiliki oleh setap pemegang saham pada perusahaan peserta penggabungan dikarenakan adanya peningkatan modal saham yang ditempatkan pada RMBA sebagai perusahaan hasil penggabungan.
Menurut penilai independen yang ditunjuk, PT Ujitek, nilai pasar wajar dari aktiva bersih (Net Worth) BATI sebesar Rp291,328 miliar atau setara dengan Rp4.414 per saham. Sementara untuk RMBA, nilai pasar wajar dari aktiva bersih (Net Worth) sebesar Rp3,867 triliun atau Rp574 per saham.
Dengan demikian, persentase kepemilikan saham BATI dan RMBA akan terdilusi secara proporsional sesuai dengan rasio konversi, di mana setiap satu saham BATI akan ditukar dengan 7,68 saham RMBA.
Penggabungan tersebut diharapkan dapat efektif pada 1 Januari 2010. Setelah tanggal efektif penggabungan, RMBA akan tetap menjadi perusahaan publik yang tetap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).Â
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.