JAKARTA - PT BAT Indonesia Tbk (BATI) terakhir diperdagangkan pada perdagangan Rabu (23/12/2009) kemarin. Selanjutnya, saham BATI akan delisting dan mulai efektif dicatatkan bergabung dengan saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) pada 4 Januari 2010.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna dalam keterbukaan informasi BEI, di Jakarta, Kamis (24/12/2009).
Secara resmi, pengumuman pencatatan saham tambahan hasil penggabungan di Bentoel serta pengumuman penghapusan pencatatan saham BAT Indonesia akan dilakukan pada 30 Desember 2009.
Dengan merger tersebut, BATI akan memegang sebanyak-banyaknya tujuh persen modal saham ditempatkan dan disetorkan pada perusahaan hasil penggabungan. Sementara, RMBA sebanyak 93 persen.
Sementara, menurut penilai independen yang ditunjuk, PT Ujitek, nilai pasar wajar dari aktiva bersih (net worth) BATI sebesar Rp291,328 miliar atau setara Rp4.414 per saham dan RMBA sebesar Rp3,867 triliun atau Rp574 per saham.
Setelah penggabungan ini, maka BAT akan menguasai 98,26 persen saham di perusahaan hasil penggabungan.
Dengan demikian, persentase kepemilikan saham BATI dan RMBA akan terdilusi secara proporsional sesuai dengan rasio konversi, yakni setiap satu saham BATI akan ditukar dengan 7,68 saham RMBA.
Lebih lanjut, terkait rencana penggabungan tersebut, adanya penurunan kepemilikan saham yang dimiliki oleh setiap pemegang saham pada perusahaan peserta penggabungan.
Ini dipicu adanya peningkatan modal saham yang ditempatkan pada RMBA sebagai perusahaan hasil penggabungan.
Namun, para pemegang saham Bentoel dan BATI dapat memilih untuk tetap bertahan sebagai pemegang saham dari perusahaan hasil penggabungan atau menjual saham mereka kepada BAT dengan harga Rp729 per saham Bentoel dan Rp5.600 per saham BAT Indonesia.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.