JAKARTA - Perum Percetakan Uang RI (Peruri) menargetkan kapasitas produksi uang kertas pada 2010 mencapai 7,2 miliar bilyet (lembar).
“Sekira 6,6 miliar bilyet produksi tahun ini ditambah dengan sisa kewajiban produksi Peruri pada 2009 sejumlah Rp600 miliar bilyet. Jadi total kewajiban produksi tahun ini sebesar 7,2 miliar bilyet,” ungkap Direktur Utama Peruri Junino Jahja usai penandatangan perjanjian kredit BNI-Peruri di kantor pusat BNI, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Sementara untuk produksi uang koin atau logam, Junino mengatakan, Peruri menargetkan 1,6 miliar keping.
Untuk meningkatkan kapasitas produksi, maka Peruri akan mendatangkan dua mesin cetak uang berteknologi mutakhir pabrikan Swiss. Junino mengatakan, mesin pertama akan datang dalam waktu dekat ini dan mesin kedua akan tiba pada Juli mendatang.
“Kedua mesin baru tersebut sudah computerize, berbeda dari mesin sebelumnya,” ujar Corporate Secretary Peruri Toni Pandelaki pada acara yang sama.
Perlu diketahui, bilyet merupakan, satuan lembaran uang kertas yang beredar di pasaran. Sementara keping, yakni satuan yang dipakai untuk menandai uang logam.