JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mulai melakukan ekspansi ke Provinsi Bali. BJB secara resmi membuka kantor cabang mereka di Denpasar kemarin, Kamis (24/3/2010). Ekspansi ini dilakukan sekaligus menjadi BJB sebagai bank pembangunan daerah yang mampu menembus pasar nasional.
“Pada 2011 ini kami akan melakukan ekspansi di tiga kota besar di Indonesia. Selain Denpasar,BJB juga akan membuka kantor cabang di Makassar (Sulawesi Selatan) dan Balikpapan (Kalimantan Timur),” tutur Direktur Operasional BJB Dadang A Suryanto dalam siaran persnya.
Dadang mengatakan, sebagai pendatang baru di wilayah Denpasar, mereka ingin memperkenalkan diri terlebih dulu kepada masyarakat Bali dengan menyampaikan informasi tentang bank BJB. Sebenarnya BJB memiliki posisi yang sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.Dengan demikian, kehadiran di Denpasar adalah sebagai partner dan saudara BPD.
“Kami juga menyambut baik kalau BPD Bali nanti membuka cabangannya di Bandung,”tutur Dadang.
Dadang didampingi Direktur Komersial BJB Entis Kushendar mengatakan, dengan ekspansi cabang ini,BJB menargetkan ekspansi kredit 30,6 persen. Ekspansi kredit ini diharapkan mampu membuat BJB mencapai target LDR 85,32 persen pada akhir 2011.
“Bali telah menjadi target ekspansi bisnis sejak 2010 lalu. Pertimbangannya, selain potensi pasar yang cukup besar di Bali, pertumbuhan ekonomi di Bali juga menunjukkan tren positif,”paparnya.
Ekspansi di Bali akan berusaha membidik segmen Usaha Kecil, Menengah, dan Mikro (UKM) serta ritel di Bali ini. “Sebenarnya tahun ini kami berencana melakukan ekspansi di tiga kota lagi, seperti Tegal (Jawa Tengah), Jakarta Barat,dan Pekanbaru (Riau),”ungkapnya.
BJB memasang target untuk menjadi bank 10 besar terbaik di Indonesia, sekaligus menjadi bank pembangunan daerah yang mampu menembus pasar nasional. Untuk diketahui, hingga Desember 2010, BJB mencatat peningkatan volume usaha sebesar Rp43,445 triliun atau meningkat Rp11,035 triliun dari periode 2009 yang mencapai angka Rp32,410 triliun.
Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp31,953 triliun pada periode 2010 atau meningkat Rp8,235 triliun dari periode 2010 yang mencatatkan angka Rp23,719 triliun. Di sisi lain, kredit yang disalurkan meningkat Rp4,038 triliun dari Rp19,631 triliun di periode 2009,menjadi Rp23,669 triliun di periode 2010. (hatim varabi)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.