Share

Bank Banten Dapat Suntikan Modal Rp1,9 Triliun, Merger dengan BJB Batal?

Muhammad Rosyadi, Okezone · Kamis 18 Juni 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 278 2232346 bank-banten-dapat-suntikan-modal-rp1-9-triliun-merger-dengan-bjb-batal-ElJxOKXPWG.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim akan memberikan penyertaan modal senilai Rp1,9 triliun ke Bank Banten. Suntikan dana yang berasal dari kas daerah itu akan disetorkan secara bertahap guna menyehatkan bank plat merah tersebut.

Dalam Surat Gubernur Banten Nomor 580/1135-ADPEMDA/2020 tertanggal 16 Juni 2020 yang ditunjukkan kepada Ketua DPRD Banten Andra Soni diterima Okezone. melaporkan perkembangan letter of intent (LOI) yang ditandatangani oleh Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga: Tokoh Banten : Berubah Jadi Bank Syariah diharapkan Mampu Selamatkan Bank Banten

Dalam surat tersebut juga menerangkan bahwa OJK memerintahkan kepada Pemprov Banten agar menyehatkan Bank Banten dengan mengonversikan kasda senilai Rp1,9 triliun sebagai penyertaan modal.

Dalam poin surat tersebut juga menyebutkan bahwa pemenuhan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013 dimana Pemprov Banten melalui PT BGD memberikan penyertaan modal senilai Rp950 miliar. Dari nilai tersebut telah dipenuhi sebesar Rp614,6 miliar atau tersisa Rp335,4 miliar. Sisa kewajiban itu akan dianggarkan dalam Perubahan APBD 2020.

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD

Kemudian Kasda yang masih tersimpan di Bank Banten semula Rp1,9 triliun setelah dikurangi Rp335,4 miliar tersisa Rp1,564 triliun akan dikonversi menjadi penyertaan modal Bank Banten.

Untuk sisa kasda Rp1,564 triliun, akan dikonversikan sebagai tambahan penyertaan modal setelah perda penyertaan modal yang baru ditetapkan.

Baca Juga: Pengamat Ekonomi: Bank Banten Masuk Perangkap Para Pesaingnya

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni membenarkan, dirinya telah menerima surat dari gubernur perihal tindak konversi dana kasda menjadi penyertaan modal Bank Banten. "Iya. Nanti saya bawa ke rapim hari Jumat," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/6/2020).

Diketahui, Letter of Intent (LOI) terkait penggabungan usaha atau merger Bank Banten ke Bank BJB telah dilakukan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir Bank Banten dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir Bank BJB pada 23 April 2020 lalu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini