Tokoh Banten : Berubah Jadi Bank Syariah diharapkan Mampu Selamatkan Bank Banten

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 278 2208594 tokoh-banten-berubah-jadi-bank-syariah-diharapkan-mampu-selamatkan-bank-banten-0NLzBi8AYV.jpg Perbankan (shutterstock)

JAKARTA - Meski saat ini proses merger dengan Bank BJB sudah diproses OJK,masyarakat Banten berharap masih ada jalan untuk bisa menyelamatkan Bank yang dicita-citakan sebagai bank kebanggaan Banten ini dari kehancuran. Harapan itu seperti diutarakan K.H. Embay Mulya Syarief selaku salah satu tokoh penting pendiri Provinsi Banten.

“Pemprov harus melakukan langkah teknis sesuai arahan OJK, kemudian memotivasi seluruh jajaran dan karyawan BB agar tetap optimis dan minta pertolongan kepada Allah agar Bank Banten bisa diselamatkan,” harapnya.

 Baca juga: Merger Bank Banten dan BJB untuk Dukungan Bantuan Likuiditas

Dengan demikian, menurut tokoh multidimensional Banten ini langkah merger Bank Banten dan BJB harus bersifat penyelamatan bukan untuk membekukan atau mematikan.

“Bank Banten segera bisa mengembalikan kepercayaan Publik karena yang sangat mendasar bagi lembaga keuangan seperti perbankan adalah kepercayaantrust.

Selain berharap Bank Banten masih bisa diselamatkan, tokoh yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama salah satu Bank Syariah di masa krisis ekonomi 1998 ini mengusulkan Bank Banten sebaiknya berubah menjadi Bank Syariah. Sistem bagi hasil yang diterapkan Bank Syariah menurut pengalamannya, lebih tahan banting dalam menghadapi krisis.

“Lebih baik lagi kalau Bank Banten setelah sehat operasionalnya dikelola dengan sistem Syariah agar lebih dekat dengan kultur masyarakat Banten dan cocok dengan Motto Pemprov Banten Iman Taqwa dan Ahlaqul Karimah,” ungkap tokoh yang pernah menjadipengurus MUI Provinsi Banten ini.

Pernyataan K.H. Embay diamini Pengamat Ekonomi Ichsanuddiin Noorsy yang di awal proses pemisahan Bank Banten dari BJB tahun 2016 lalu kerap dimintai pandangan oleh masyarakat Banten.

“Pertama pendirian Bank Banten saya bicara di depan tokoh masyarakat yang punya semangat bank sendiri bahkan sebagian pinginnya bukan bank convensional punya bank syariah,” kata Ichsanuddin.

Untuk itu, menurutn pengamat ekonomi yang dikenal dengan gayanya yang blak-blakan ini sekarang adalah moment tepat jika Bank Banten beralih menjadi Bank Syariah dan bukan kembali ke Bank Jabar.

“Mustinya ini dijadikan momentum untuk menjadi Bank Syariah yang secara tegas memegang bagi hasil yang tidak disamakan dengan tingkat suku bunga. Diterapkan dalam format sesungguhnya bagi hasil,” tegasnya.

Adapun untuk sumber pendanaan modal, ia mengusulkan untuk dihimpun dari dana masjid. “Gampang, dana masjid di Pemprov Banten itu serta merta ambil dijadikan sebagai saham sehingga Bank Banten menjadi bank syariah. Ada beberapa organisasi ulama, ada MUI libatkan mereka,” tuturnya.

Ia juga menghimbau warga Banten tidak perlu khawatir dengan penarikan dana masjid tersebut karena digunakan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat. “Boleehhh, karena motifnya statusnya boleh wakaf produktif dengan semangat berdirinya untuk masyarakat. Duit masjid gak hilang sejauh dikelola dengan baik,” tegasnya

Untuk itu, jika dana sudah terkumpul, tahap penting berikutnya adalah pemilihan SDM yang tepat. Jika masih ada keinginan untuk bank ini kembali sehat maka diperlukan adanya perombakan manajemen, “Suka tidak suka harus ganti, karena manajemen yang sekarang sudah divonis sebagai orang yang tidak dipercaya dan masyarakat agak sulit mengembalikan kepercayaan kepada manajemen.

Memang kata dia, memilih SDM yang tepat di tengah banyaknya orang-orang yang penuh kepalsuan bukanlah mudah saat ini karena kata Ichsanuddin orang jujur bukan hanya langka di Banten tapi di seluruh Indonesia.

“Semua mainnya citra kok ,main kepalsuan, tetapi bukan berarti tidak ada yang jujur yang lurus yang menolak bermain persepsi, bermain ilusi perekonomian. Tapi masa iya sih diantara 272 juta penduduk Indonesia gak ada yang jujur. Pasti ada, Di Banten banyak kok orang-orang hebat,“ jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini