Tinggal 2 BPD Lagi yang Belum Digital Banking

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2281994 tinggal-2-bpd-lagi-yang-belum-digital-banking-MrUnT15Jfz.jpg BPD Diajak Untuk Transformasi Digital. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa transformasi digital perlu dilakukan perbankan daerah supaya bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Perkembangan digital pun bisa menggerus eksistensi perbankan konvesional.

Senior Executive Analyst OJK Digitalisasi dan Inklusi Keuangan Roberto Akyuwen mengatakan, saat ini baru 24 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang sudah melakukan transformasi layanannya.

Baca Juga: Dititipkan Rp11,5 Triliun, BPD Baru Salurkan Rp1,8 Triliun

"Kita memerlukan dukungan, kita mempunyai 26 BPD yang hari ini sudah 24 di antaranya sudah memakai SMS banking, internet banking, belum lagi kalau kita cek reliabilitasnya," kata Roberto dalam diskusi virtual, Selasa (22/9/2020).

Meski demikian, dirinya tak memungkiri bahwa transformasi digital pada BPD punya tantangan besar. Pasalnya, bank besar pun belum terlalu lancar, masih banyak yang terkendala dalam mengadopsi perkembangan digital.

"Ini membutuhkan bantuan teknologi dari vendor lainnya. Kami juga mengawasi 1.688 BPR dan BPR Syariah yang terkategorisasi dalam kelompok usaha yang selalu mengalami hambatan. Karena dengan hanya dengan teknologi itulah mereka memiliki peluang untuk bertumbuh dan berkembang," katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani Tegas ke Anies-Kang Emil: Tolong Awasi Dana Rp11,5 Triliun di BPD

Dia menambahkan, Indonesia termasuk negara yang penduduknya sangat antusias ketika penduduknya menggunakan produk keuangan yang berbasis digital.

"Kemudian kalau kita lihat transformasinya, jadi memang apa yang kita rasakan sekarang bagi generasi semi milenial, dulu kita melihat ATM sebagai sesuatu yang luar biasa saat ini mungkin tidak digunakan sama sekali, segala sesuatunya kita butuhkan yang lebih cepat, murah, aman, dan dapat digunakan dimanapun, dan kapanpun," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini