Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merpati Airlines Tambah Dua Pesawat MA-60

Koran SI , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2011 |08:13 WIB
Merpati Airlines Tambah Dua Pesawat MA-60
Pesawat Merpati MA-60. Foto: Blogspot
A
A
A

JAKARTA - Polemik pengadaan pesawat Modern Ark (MA)-60 tidak menghalangi PT Merpati Nusantara Airlines kembali mendatangkan pesawat buatan China tersebut.

Merpati kemarin, Minggu (5/6/2011) mendatangkan dua pesawat terakhir dari 15 unit yang dipesan kepada perusahaan asal China, Xi’an Aircraft Industrial Corporation. Pesawat senilai USD11 juta per unitnya ini direncanakan melayani rute di wilayah Kalimantan dan Jawa.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhoni Tjitrokusumo mengatakan, kedatangan dua pesawat berkapasitas 56 tempat duduk ini menambah armada Merpati, hingga totalnya menjadi 14 unit. Diketahui,sejak 2007 lalu maskapai BUMN ini telah memesan 15 unit pesawat jenis MA-60. Namun akibat kecelakaan di Teluk Kaimana,Papua Barat beberapa waktu lalu, satu unit tidak bisa digunakan.

“Seharusnya kedua pesawat ini tiba di Indonesia pada 30 Mei lalu. Namun karena Direktorat Kelayakan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan tes penerbangan pada 2 Juni,baru hari ini (kemarin) pesawat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma,” kata Jhoni saat menyambut kedatangan pesawat MA-60 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pesawat dengan nomor penerbangan PK-MZN dan PK-MZP ini didatangkan langsung dari China dan sempat transit di Bangkok (Thailand), lalu kembali terbang ke Medan hingga akhirnya diterbangkan ke Halim Perdanakusuma.Kemarin kedua pesawat diterbangkan menunu Bandara Juanda Surabaya untuk dilakukan pengurusan bea dan cukai.

“Kami telah melayangkan surat pengajuan rute penerbangan kepada Ditjen Perhubungan Udara,” ujarnya.

Jhoni mengungkapkan, salah satu dari armada pesawat baru tersebut akan ditempatkan di Bandara Halim Perdanakusuma yang juga menjadi hub (home base) terbaru Merpati.Dari Bandara Halim, maskapai BUMN tersebut akan terbang menuju Semarang, Solo, Bengkulu, Lampung, Jambi dan Tanjung Karang.

“Untuk hub Bandara Halim, kami membutuhkan dua unit MA-60 untuk melayani rute terbaru tersebut,”ujarnya.

Direktur Niaga PT Merpati Nusantara Airlines Toni Aulia Achmad menambahkan,selain berencana membuka hub Bandara Halim, pada kuartal kedua tahun ini, perseroan juga berniat menjadikan Bandara Supadio,Pontianak (Kalimantan Barat) sebagai home base di wilayah Kalimantan.

“MA-60 terbaru ini akan kami tempatkan di Bandara Supadio untuk melayani rute Putosibo di perbatasan Pontianak dan Serawak (Malaysia), selain itu juga ke Sampit,Pangkalanbun, dan Ketapang,”kata Toni.

Menurut dia, hingga akhir Mei lalu perseroan telah memperoleh pendapatan sebesar Rp800 miliar. Sedangkan mulai Juni hingga akhir tahun ini,menurut Toni,Merpati menargetkan mampu membayar utang sebesar USD4,8 juta kepada lessor (perusahaan penyewa pesawat). Saat disinggung mengenai sertifikat keselamatan penerbangan untuk pesawat jenis MA-60 ini, Jhoni menegaskan bahwa pihaknya hanya berpatokan pada sertifikasi yang berlaku pada Undang-Undang Dasar 1945, yaitu Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara di bawah Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. (heru febrianto)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement