JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memperkirakan krisis pangan akan terus mengancam Indonesia. Pasalnya, berbagai sektor tidak mendukung industri pertanian. Contohnya, sektor perbankan yang belum bersahabat dengan pertanian.
"Sekarang, kalau kita ke bank sebagai pengusaha yang bergerak dibidang pertanian selalu ditolak,” ujar Ketua Bidang Pertanian dan Agribisnis BPP Hipmi, Yulizar Azhar, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (8/7/2011).
Yulizar mengatakan, kesalahan ini tidak sepenuhnya dari perbankan. Dia melihat ketidakjelasan implementasi kebijakan pertanian membuat risiko kredit perbankan masih terlihat tinggi. Padahal kebutuhan pangan nasional meningkat tajam setiap tahun.
“Seharusnya investasi di pertanian itu menarik sebab kebutuhan pangan dan harganya terus melonjak. Tapi mengapa paradok seperti ini, karena implementasi kebijakan itu tidak ada,” ujar Yulizar.
Berdasarkan data Hipmi Research Center mengungkapkan, porsi dan ekspansi kredit pertanian sangat kurang dibandingkan dengan industi lainnya. Porsi kredit pertanian hanya sebesar lima persen dari total kredit industri perbankan.
“Pertumbuhan kredit pertanian cenderung mendatar,” pungkas Yulizar.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.