Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Conoco-Rekind Garap Proyek EPC Dayung USD138 Jt

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Selasa, 23 Agustus 2011 |10:41 WIB
Conoco-Rekind Garap Proyek EPC Dayung USD138 Jt
Ilustrasi Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA – ConocoPhillips (Grissik) Ltd menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk penggarapan proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) Dayung, milik Conoco senilai USD138 juta.

Proyek Duyung atau Dayung Compression dan Central Gas Plant Debottleneck Project ini berlokasi di Dayung dan Grissik, yang terletak di antara Jambi dan Palembang. Proyek ini adalah proyek lanjutan Dayung Station dan Grissik Central Gas Plant (CGP) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi sweet gas dengan menghilangkan kandungan CO2 dan H2S pada fasilitas CGP yang sudah ada.

"Proyek Dayung ini juga untuk meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan pada CGP dari 310juta kaki kubik gas bumi (mmscfd) menjadi 460 mmscfd," ungkap General Manager ConocoPhillips Jim W Taylor seperti dikutip dari situs resmi BP Migas, Selasa (23/8/2011).

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Rekind M. Ali Suharsono berharap perusahaannya dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik, tepat waktu, sesuai anggaran, aman dan selamat dengan memperhatikan prosedur tingkat keselamatan kerja yang tinggi.

"BP Migas dan ConocoPhillips menyambut baik Rekind memenangkan proyek ini karena mendorong perkembangan penggunaan komponen lokal dalam mendukung industri hulu migas," lanjutnya.

Dia menambahkan, dalam pembangunan proyek ini, Rekind akan menggunakan produksi dalam negeri mencapai 55 persen dengan mempekerjakan sekira seribu tenaga kerja lokal pada saat pembangunan proyek saat peak schedule.

"Proyek ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Tidak mudah bagi kami mendapat kepercayaan dari ConocoPhillips," tandas Ali.

(Andina Meryani)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement