DEPOK - Pemerintah Kota Depok mengklaim berhasil menurunkan angka inflasi hingga kini hanya empat persen dengan daya beli masyarakat tertinggi di Jawa Barat.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok Khamid Wijaya peningkatan ekonomi di Depok juga berpengaruh pada daya beli masyarakat yang meningkat.
Khamid mengungkapkan, pada 2007 Depok mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi atau mencapai 7,04 persen, namun mengalami penurunan di 2008 menjadi 6,42 persen dan 6,22 persen pada 2009 akibat krisis global. Di 2011, kembali naik menjadi 6,5 persen.
"Secara nasional pun, inflasi juga menurun atau sekira empat persen. Kita memang menginginkan pertumbuhan ekonomi. Namun, tidak setinggi di Sulawesi Selatan yang mencapai kenaikan ekonomi 9-10 persen,” katanya kepada wartawan di Balaikota Depok, Senin (7/11/2011).
Ia mengklaim daya beli masyarakat kota Depok mengalami peningkatan dari 576,76 pada 2006 menjadi 648,58 di 2010. Bahkan, imbuhnya, daya beli masyarakat tersebut juga lebih tinggi dari nilai rata-rata propinsi Jawa Barat sebesar 628,71.
"Daya saing Kota Depok sebagai potensi pasar juga cukup besar di banding wilayah lain. Faktor penentunya sekira 50 persen berasal dari sektor perdagangan dan jasa. Sedangkan dari industri, hanya sekira 18 persen dan pertanian tidak banyak,” jelasnya.
Sementara itu, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengaku telah berupaya mengembangkan ekonomi dengan mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).
“Kita adakan pemerataan pembangunan di semua tempat. Selain itu, kita juga akan bangun sentra ekonomi baru,” tutur Nur Mahmudi.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.