JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada hari terakhir perdagangan di tahun 2011 ini seiring dengan positifnya indeks global.
Bursa AS berhasil ditutup menguat sekitar satu persen semalam seiring rilis beberapa data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar seperti data pending home sales, initial jobless claims dan Chicago business barometer membuat optimisme investor kembali
pulih terkait pertumbuhan ekonomi AS.
Bursa Eropa juga ditutup menguat semalam seiring keberhasilan Italia melakukan lelang surat utang jangka panjang dengan suku bunga yang lebih rendah dari yield obligasi yang telah beredar.
Bursa Asia pagi ini turut dibuka menguat sekitar 0,5 persen seiring sentimen positif dari bursa global semalam. Namun demikian, minimnya sentimen baru di bursa Asia diperkirakan akan membuat bursa Asia bergerak sideways di perdagangan akhir tahun ini.
Mayoritas indeks Asia menguat. Hang Seng naik 78,87 poin atau 0,43 persen ke 18.476, Nikkei naik 29,44 poin atau 0,35 persen ke 8.428 tapi Straits Times turun 6,72 poin atau 0,25 persen ke 2.666,06.
"IHSG sendiri diperkirakan akan kembali menguat terimbas efek window dressing yang dimulai sejak sesi kedua perdagangan kemarin," kata analis Samuel Sekuritas Indonesia Adrianus Bias dalam risetnya di Jakarta, Jumat (30/12/2011).
IHSG, pada awal perdagangan Jumat (30/12/2011) menguat 9,47 poin atau 0,2 persen ke 3.818,24. Sementara LQ45 naik 2,38 poin atau 0,4 persen jadi 673,49.
Sektor pendukung IHSG mayoritas bergerak menguat. Sektor perbankan naik 1,6 poin atau 0,3 persen, sektor tambang naik 7,07 poin atau 0,3 persen dan sektor perkebunan naik 2,86 poin atau 0,1 persen.
Sebanyak 28 saham bergerak menguat, 13 saham melemah dan 44 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp21,74 miliar dengan volume sebanyak 28,69 juta lembar saham.
Saham yang bergerak menguat (top gainers) adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp300 ke Rp38.200, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik Rp250 ke Rp14.100 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp200 ke Rp18.700.
Sementara saham yang bergerak melemah (top lossers) adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp150 ke Rp16.900, PT Piereerindo Gourmet International Tbk (PTSP) turun Rp90 ke Rp600 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp50 ke Rp8.000.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.