Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Borneo Paradiso Kembangkan Properti Pasar High End

Amir Sarifudin , Jurnalis-Rabu, 08 Februari 2012 |09:41 WIB
Borneo Paradiso Kembangkan Properti Pasar  <i>High End</i>
Foto: Borneo paradiso/ panoramio.com
A
A
A

BALIKPAPAN - Pengembang properti Borneo Paradiso, Balikpapan PT Cowell Development Tbk kembali melanjutkan proyek pembangunan perumahan Borneo Paradiso fase II.

Untuk fase ini pengembang menawarkan harga beli perumahan yang terletak jalan Mulawarman, Balikpapan Timur minimal harga Rp777 juta hingga Rp4 miliar.

Dari target 384 unit yang akan dibangun, 50 unit diantranya akan bangun dengan  sangat esklusif dengan arsitek pilihan, memberikan hunian lingkungan hijau dan jaminan keamanan.

"Lokasi pengembangan fase II memiliki view yang menarik sehingga akan menjadi nilai tambah dalam menyasar kelas high end  itu.  Kami targetkan sebanyak 384 unit bisa terbangun," ujar Corporate Secretary Cowell Development Darwin F Manurung di Balikpapan, kemarin.

Untuk kelanjutan pembangunan fase II, Cowell menyiapkan dana modal sebesar Rp228 miliar dengan sasaran segmentasi kelas atas.

Perubahan kelas segmen penjualan disebabkan oleh para pesaing yang mulai masuk ke segmen minimalis yang sebelumnya telah digarap. Untuk konsep high end ini, Cowell optimis tidak akan kehabisan pasar, lantaran sejumlah konsumen loyalnya sudah memesan lebih dulu.

Pada kesempatan sama, Marketing Manager Cowell Development Frans Sutanjati mengatakan pembangunan 384 unit rumah itu diperkirakan memerlukan lahan seluas 30 hingga 40 hektare. Dia menambahkan, luasan lahan ini hampir sama dengan luasan lahan pada tahap pertama, kendati jumlah bangunan rumahnya lebih sedikit.

"Fase pertama main dirumah mungil, tapi di 2012 main di view. Disini ada ada dua view  yakni menghadap ke golf dan laut. Luasan tanah dari 120-1.000 meter. Dengan kisaran harga antara Rp777 juta hingga Rp4 miliar. Di Balikpapan kita tidak khawatir kehabisan pasar ini," ujarnya optimis.

Fase II merupakan jantung dari Borneo Paradiso yakni klaster Borneo Mansion menjadi kawasan komersial dengan tiga arah mata angin menghadap laut dan arah utara mengarah ke lapangan golf. 

"Di fase II, rumah tidak saling menutupi seaview. Kita meminimalkan tembok dari kaca," ungkapnya.

Pada pembangunan tahap I, perumahan Borneo Paradiso mencapai 800 unit rumah dengan luas lahan yang terpakai sekitar 30 hektare. Sementara unit yang sudah terjual sudah mencapai sekitar 700 unit.

“Ini kayak kacang goreng pada 2009 lalu harga yang kita tawarkan 180 juta sekarang dalam dua tahun sudah menjadi Rp300 juta. Jadi nilai investasinya sangat tinggi sekali," ujarnya.

Saat ini, Cowell memiliki total lahan di wilayah perumahan itu sebesar 126 hektare dengan area terbangun yang telah mencapai 30 hektare. Cowell menargetkan bisa membangun 3.000 unit rumah diatas lahan tersebut dalam jangka waktu 8 sampai 10 tahun.

Sementara itu, GM Operasional Borneo Paradiso Daniel Richard mengatakan saat ini progress pembangunan sedang dalam tahap pematangan lahan. Dia menargetkan pada pertengahan tahun ini sudah mulai bisa dibangun fasilitas infrastruktur untuk perumahan tersebut.

"Akan ada 2 klaster yang dibangun pada Tahap II yang ditargetkan bias selesai pada 2013," ujarnya.

Untuk nilai investasi, pembangunan infrastruktur hampir  mencapai Rp50 miliar dan Rp30miliar untuk pembangunan lansekap, sehingga total investasi fase ini sebesar RP228 miliar.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement