DEPOK - Salah satu harga kebutuhan pokok yang cenderung stabil di Depok yakni harga beras. Beras jenis IR 64 kualitas sedang di Depok saat ini hanya Rp7.500 per kilogram (kg).
Salah satu yang membuat harga beras stabil yakni karena adanya penggelontoran beras miskin (raskin) oleh Bulog divre Jawa Barat. Bahkan kuotanya ditambah dua kali lipat dari 20 ribu Rumah Tangga Sasaran (RTS) hingga kini menjadi 49 ribu Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Kepala Bagian Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok Nuraeni mengatakan bertambahnya kuota raskin tersebut disebabkan adanya updating data penduduk miskin yang terdata dalam Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS). Sebab, kata dia, jika harga beras naik maka akan riskan untuk mempengaruhi inflasi.
"Beras agak riskan, inflasi bisa naik. Untungnya tahun ini kuota raskin naik. Raskin, tepat sasaran penyalurannya, meskipun sebelumnya raskin sempat tersendat tapi akhirnya disalurkan di bulan Ramadan, pakai data PPLS yang baru,” paparnya kepada wartawan di Balaikota Depok, Senin (23/07/12).
Saat ini, lanjutnya, penyaluran sudah mulai bergerak. Mereka yang memperoleh raskin juga masyarakat yang berisiko sosial. "Memang agak telat penyaluran raskin, tapi kami minta ke Jawa Barat sebelumnya agar tolong dipercepat," jelasnya.
Nuraeni menambahkan selain raskin, pasar murah juga diharapkan mampu menstabilkan harga. Ia juga mendorong agar tak hanya pemkot, namun pihak perusahaan melalui CSR dan pengusaha untuk menyalurkan sembako kepada warga miskin.
"Tak hanya pakai dana APBD harusnya, perusahaan lewat CSR nya bisa. Kantong-kantongnya di mana, kita bantu. By name by address saja pakai data PPLS. Pengusaha juga bisa mengadakan pemberian sembako dalam gelar kepedulian, bagi masyarakat golongan ekonomi atas," tandasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.